Senin, 02 April 2012

Manfaat membaca dalam penulisan karya ilmiah



A.  Pendahuluan
            Karya ilmiah menurut Brotowijoyo dalam Arifin (1985: 8-9) adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.
Penulisan karya Ilmiah merupakan salah satu ciri pokok kegiatan perguruan tinggi yaitu, karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi atau seni yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah, dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah ditetapkan.
Dengan karya ilmiah, masyarakat akademik dapat mengkomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, atau hasil penelitian Pedoman penulisan karya ilmiah memberi petunjuk tentang menulis skripsi, tesis, disertasi, makalah, laporan penelitian.
            Artikel ilmiah selayaknya ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan sehingga memuat informasi-informasi dan fakta-fakta empirik yang lengkap, akurat dan mutakhir dengan metodologi yang jelas.
            Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. begitupun, nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir menerima wahyu yang pertama dari Allah SWT. Adalah perintah untuk “membaca”.(Q.S:96:1). Dengan membaca pula kita bisa mencari serta memperoleh informasi, mencakup tentang isi bacaan, memahami makna isi bacaan, membaca merupakan usaha untuk mendapat kan sesuatu yang akan di lakukan, atau untuk mendapat kan sesuatu yang ingin di ketahui, mengetahui sesuatu yang akan di lakukan atau untuk mendapat kan kesenangan dan pengalaman. Membaca semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca. Tanda-tanda jalan mengarahkan orang yang bepergian sampai pada tujuannya, menginformasikan pengemudi mengenai bahaya di jalan, dan mengingatkan aturan-aturan lalu lintas.
            Di samping itu, kemampuan membaca merupakan tuntutan realitas kehidupan sehari-hari manusia. Beribu judul buku dan berjuta Koran diterbitkan setiap hari. Walaupun informasi bisa ditemukan dari media lain seperti televise dan radio, namun peran membaca tak dapat digantikan sepenuhnya. Membaca tetap memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena tidak semua informasi bisa didapatkan dari media televisi dan radio.
Seseorang dapat menentukan sendiri berbagai manfaat yang dapat dirasakan ketika membaca buku. Yang paling umum dari manfaat membaca buku adalah kita dapat belajar dari pengalaman orang lain. Atau, dengan membaca buku, kita dapat menambah pengetahuan.
B. Definisi Membaca
            Levau (1985:61) Mengemukakan bahwa membaca “lessen bedeutet eine Funktion des Zusammenwirkens von u.a Aufmerksamkeit, dem Erkenen         von Merkmalen der struktur und deren Beziehhungen. Der Speicherung im Gedachtenis, den Antizipation von Ausserungen. Der lesser nimmt nicht nur geschriebene symbole whar, er varbindet sie mit seinen Konsepten, seiner pragmatischen Vorerfahrungen, seimen wissen zu der welt”.
            Dari ungkapan diatas dapat di artikan bahwa membaca merupakan kerja sama sebuah fungsi dari adanya perhatian dan sebagainya, pengenalan ciri-ciri dari struktur teks dan yang berhubungan dengannya, ingatan yang tersimpan dan adanya antisipasi terhadap ucapan. Selain itu pembaca tidak hanya mendapatkan simbol-simbol tertulis saja melain juga menghubungkan bacaan yang dibaca dengan konsep, pengalaman sebelumnya juga wawasan yang di milikinya.
            Ahuja dan Ahuja (2007) mengemukakan bahwa membaca merupakan suatu keterampilan kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan yang lebih kecil lainnya. Dengan kata lain, proses membaca adalah proses ganda, yang meliputi proses penglihatan dan proses tanggapan. Sebagai proses penglihatan, membaca bergantung pada kemampuan melihta simbol-simbol. Proses membaca merentang dari yang paling sederhana, yaitu men-dekode kata-kata sehingga perluasan dan pengembangan interpretative. Pen-dekode-an adalh proses mengubah simbol-simbol berdasarkan penglihatan ke dalam pola-pola auditori, sedangkan perluasan dan pengembangan interpretative melibatkan membaca kritis atau terkadang kreatif. Membaca bukanlah suatu kemampuan tunggal. Membaca juga menggabungkan banyak komponen kecil yang jika dipadukan bersama memungkinn membaca  berlangsung. Membaca merupakan sekelompok keterampilan yang memasukan di  dalamnya keterampilan pegenalan kata, kosa kata, membaca untuk mencari gagasan pokok, memahami informasi yang berdasarkan kenyataan ataupun yang bersifat khusus, mengikuti petunjuk, pengajaran dan arahan.
            Finnochirio dan bonomo (1973:119), sebagaimana dikutip oleh Tarigan (1990:8) membaca adalah proses memetik serta memahami arti yang terkandung dalam bahan tulis. Jenis kegiatan membaca tersebut  oleh para ahli membaca umumnya di golongkan sebagai kegiatan membaca literal. Artinya, membaca hanya menangkap informasi yang ada tercetak secara  tampak jelas dalam bacaan yang ada dalam baris-baris bacaan. Pembaca tidak lagi menangkap makna yang lebih dalam lagi, yaitu makna di balik garis-garis tersebut, membaca seperti ini masih mencerminkan sebagai kegiatan pasif.
C.Manfaat Membaca
            Manfaat  membaca adalah bahwa orang yang rajin membaca buku dapat terhindar dari kerusakan jaringa otak di masa tua. Ini menurut riset mutakhir tentang otak. Bahkan, secara tegas, penelitian inin menyatakan bahwa membaca buku dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan saraf-saraf baru di otak
            Kegiatan membaca tentunya mempunyai manfaat dan tujuan. Menurut Hernowo (2005:33). “Manfaat membaca adalah dapat belajar dari pengalaman orang lain atau menambah ilmu pengetahuan”.
            Manfaat membaca secara khusus Menurut Hernowo (2005:33), diantaranya adalah:
1.      Mempermudah pemahaman terhadap bacaan dari bidang ilmu terutama yang terkait dengan mata pelajaran. Sebab pada hakekatnya membaca adalah menambah, memperluas, dan memperdalam suatu materi.
2.      Meningkatkan kemapuan dalam membuat perbandingan, penelitian dan pengkajian berbagai hal yang sangat bguna bagi kehidupan.
3.      Meningkatkan apresiasi bidang  sastra dan seni.
4.      Meningatkannya kemampuan mengenal diri dan mengenal lingkungannya serta mengenal beragam kebudayaan
5.      Memperluas wawasana, menggembangkan kepribadian dan toleranssi
6.      Memanfaatkan wakktu luang dengan kegiatan yang efektif.

Daftar Pustaka
Universitas Negeri Malang. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Edisi Keempat. Malang; UM M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar