Rabu, 18 April 2012

7 Langkah Meningkatkan Konsentrasi


Kemampuan untuk meningkatkan konsentrasi atau memusatkan perhatian pada tujuan-tujuan spesifik akan meningkatkan kemampuan mental kita dan pada gilirannya meningkatkan kualitas hidup kita.
Dalam kehidupan sehari-hari kita terus-menerus dibombardir dengan respon indra kita; penglihatan, suara, bau, dan perasaan. Otak kita harus memutuskan apa yang penting bagi kita yang perlu disimpan, dan apa yang tidak yang harus dibuang.
Jika kita tidak fokus, rentang perhatian kita tersebar di banyak hal yang berbeda dan ini akan tercermin dalam otak kita. Kegiatan di otak juga akan terurai di seluruh otak dan tidak ada jejak abadi yang akan dibuat.
Ketika kita berkonsentrasi pada tugas atau objek tertentu, otak akan secara otomatis meminimalkan atau  mematikan kegiatan yang tidak terkait dengan tugas dan mengaktifkan wilayah otak yang berhubungan dengan objek dari perhatian kita.
Kemampuan untuk mengubah jejak/pengalaman indra baru merupakan dasar bagi semua pembelajaran; itu tidak berarti hanya belajar akademik tapi apa pun yang kita lakukan dalam hidup kita. Dari belajar berjalan, naik sepeda, ataupun belajar matematika yang lebih kompleks – begitu kita belajar kita tidak akan pernah lupa.
Orang paling sukses di segala lapisan kehidupan; ilmuwan, atlet, aktor, guru, pengusaha atau orang lain yang sukses selalu punya satu kesamaan, mereka tahu apa yang mereka inginkan dan mereka memiliki satu pikiran fokus untuk mencapai tujuan mereka. Dengan berfokus pada tujuan, semua energi dan usaha terkonsentrasi pada tugas-tugas yang menggerakkan untuk lebih dekat ke arah tujuan.
Kemampuan untuk fokus akan membantu kami tahu apa yang perlu kita lakukan tetapi yang lebih penting kita juga akan tahu apa yang tidak boleh dilakukan. Retikuler mengaktifkan sistem dalam otak akan mengingatkan perhatian kita untuk hal-hal penting di sekitar kita yang akan membantu kita bergerak menuju apa yang kita inginkan. (sistem retikuler adalah suatu sistem yang beradadi batang otak anda, yang membantu anda mengarahkan diri anda ke sesuatu yang anda inginkan asal anda menginginkannya secara spesifik)
Bagaimana cara meningkatkan konsentrasi:
1. Memiliki tujuan spesifik yang ingin anda capai. Jika merupakan tujuan keuangan, rumuskan tepatnya berapa jumlah yang ingin anda  memiliki, bangun keuangan secepat anda membangun kemampuan anda untuk menghasilkan uang. Tetapkan batas waktu kapan anda ingin mencapainya.
2. Mempunyai alasan mengapa anda harus mencapai itu. Ini adalah bagian yang paling penting yang harus anda sertakan, semakin kuat alasan semakin besar kemungkinan akan mencapainya.
3. Keyakinan bahwa anda akan mencapainya dan tetap fokus pada keyakinan tersebut. Anda harus benar-benar yakin bahwa anda akan mencapainya. Menjadikannya sebuah keharusan.
4. Membuat Rencana – Bagaimana cara sampai ke tujuan anda? Buat semua daftar  tugas yang harus anda ambil untuk bergerak lebih dekat ke tujuan anda. Daftar juga hal-hal yang tidak perlu anda lakukan, hal-hal yang akan mengalihkan perhatian dari pencapaian tujuan anda. Hal-hal seperti terlalu banyak menonton TV, atau nongkrong dengan teman-teman. Lebih terarah dalam menyikapi rencana.
5. Aksi – Pecah rencana ke bulanan, mingguan dan rencana tindakan harian. Sisihkan waktu tertentu dan mengambil tindakan setiap hari setidaknya waktu tersebut akan membawa anda lebih dekat ke tujuan Anda.
6. Review – Review ini setidaknya setiap bulan, lebih lama dari itu berarti anda akan menyimpang terlalu jauh dari tujuan anda. Membuat penyesuaian yang diperlukan dalam rencana atau tindakan, tetapi tetap pada tujuan.
7. Menikmati proses – Menetapkan tujuan dan bekerja ke arah itu akan lebih memuaskan jika anda menikmati proses dalam melakukannya.

Rabu, 11 April 2012

Prakuis

BAHASA INDONESIA              : Latihan 1
Mata Kuliah                                 : Bahasa Indonesia                               
Dosen                                          : Hj. Isna Sulastri, Dra. M. Pd.
Nama                                           : Hani Siti Nurhanifah
NIM                                            : 41032151111029
Tanggal                                        : 11 April 2012

BAGIAN A
Petunjuk
1.    Kerjakanlah soal di bawah ini dengan cara menghitamkan huruf B jika pernyataan yang terdapat dalam soal, Anda anggap benar dan hitamkan S jika salah. Contoh jika jawaban betul: (B-S)
2 . Jawaban ditulis langsung pada lembar soal ini. Untuk ini silakan dikopi paste terlebih dahulu.
3 .  Pengetikan soal ini belum tertata rapi maka rapikanlah dalam blog Anda.

SOAL
1.    Tujuan utama perkuliahan Bahasa Indonesia adalah untuk menumbuh kembangkan keterampilan berbahasa mahasiswa, baik lisan atau pun tulisan ( B-S ).
2.    Salah satu upaya menumbuhkembangkan keterampilan berbahasa mahasiswa adalah dengan menumbuhkan kesadaran berbahasa Indonesianya terlebih dahulu ( B -S ).
3.    Kesadaran berbahasa seseorang tidak dapat dilihat  dari tanggung jawab dan sikapnya terhadap bahasa Indonesia ( B-S ).
4.    Mahasiswa Program Studi Matematika tidak perlu memiliki kesadaran berbahasa
Indonesia sebab mereka tidak akan menjadi guru bahasa Indonesia (B-S).
5.    Membiasakan diri berbahasa sesuai kaidah bahasa Indonesia terutama di dalam forum-forum resmi, merupakan wujud tanggung jawab seseorang terhadap bahasanya (B – S  ).
6.    Menurut Mansoer Pateda, tanggung jawab terhadap bahasa dan berbahasa dapat diwujudkan hanya dalam bentuk partisipasi formal ( B – S  ).
7.    Pengguna bahasa yang berpartisipasi secara formal, biasanya dengan kesadaran sendiri berusaha untuk menjadi peserta aktif dalam setiap kegiatan kebahasaan (B -S).
8.    Mahasiswa Program Studi Matematika idealnya berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan bahasa,  minimal dalam bentuk partisipasi formal (B -S).
9.    Salah satu contoh partisipasi formal yang dapat dan patut dilakukan mahasiswa  Program Studi Matematika adalah berupaya untuk selalu berhati-hati dalam berbahasa sehingga bahasa yang digunakannya senantiasa tertib dan terpelihara (B – S ).
10. Mampu menghafal kaidah bahasa Indonesia dengan baik tanpa berlatih mengimplementasikan  berlatih mengimplementasikannya belum menjamin seseorang akan menjadi pengguna bahasa yang baik (B -S).
11. Mahasiswa Program Studi Matematika yang sudah berusaha untuk berbahasa sesuai kaidah  bahasa Indonesia dalam forum-forum resmi, merupakan pertanda bahwa dia sudah memiliki kesadaran berbahasa (B -S).
12. Kalimat efektif biasanya tidak komunikatif (B-S).
13. Kalimat yang ambigu termasuk salah satu contoh kalimat efektif ( B-S ).
14. Kalimat ambigu adalah kalimat yang tidak memiliki struktur yang lengkap ( B-S ).
15. Penggunaan bahasa Indonesia  yang baik dapat dilihat antara lain dari keefektifan kalimat serta ketepatan diksi dan ejaannya (B -S).

BAGIAN B
Petunjuk
Jawablah soal berikut dengan mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan bernalar  karena bahasa jawaban Anda termasuk bagian yang dinilai.
SOAL
Ada pernyataan yang berbunyi, “Maju mundurnya suatu bahasa sangat ditentukan oleh
kesadaran berbahasa pemakai bahasa itu sendiri”.

1.  Setujukan Anda dengan pandangan tersebut? Apa alasannya?  Tulislah argumentasi Anda terkait
    ini dalam satu paragraf.
     Setuju, karena bahasa ialah tanggung jawab kita dan merupakan sebagai lambang kebanggan dalam identitas nasional yang memiliki peranan penting dalam suatu bangsa sehingga kita harus mampu untuk menjaganya.
2.  Tulislah minimal lima ciri orang yang memiliki Kesadaran Berbahasa. Uraikan masing-masingnya
   dengan singkat.
1.    Selalu berhati-hati menggunakan bahasa. Artinya jika ia telah memiliki Kesadaran Berbahasa maka ia akan berhati-hati dalam menggunakannya.
2.    Tidak merasa senang melihat orang yang mempergunakan bahasa secara serampangan. Artinya karena seseorang telah memiliki kesadaran berbahasa maka seseorang akan membenarkan jika ia mendengar ada orang lain yang mempergunakan bahasa secara serampangan.
3.    Tertarik perhatiannya kalau orang menjelaskan hal yang berhubungan dengan bahasa. Artinya seseorang yang telah memiliki Kesadaran Berbahasa akan tertarik jika ada yang sedang menjelaskan ataupun membicarakan mengenai bahasa.
4.    Berusaha menambah pengetahuan tentang bahasa tersebut. Artinya karena seseorang telah memiliki Kesadaran Berbahasa maka ia akan slalu merasa kekurangan akan mengenai bahasa itu.
5.    Bertanya kepada ahlinya kalau menghadapi persoalan bahasa. Artinya jika ia memiliki persoalan bahasa maka ia akan slalu menanyakannya kepada ahlinya sehingga ia mengetahui dari apa yang ia tanyakann itu.
3. Sudahkah Anda memiliki kelima ciri tersebut? Jelaskanlah dengan argumentasi yang bernalar.
     Belum, karena saya menyadari bahwa saya belum memiliki akan kesadaran berbahasa dan masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam berbahasa sehingga saya belum memilikinya. Akan tetapi, setalah saya mengetahui akan Maju mundurnya suatu bahasa sangat ditentukan oleh kesadaran berbahasa pemakai bahasa itu sendiri maka saya merasa bersalah karena saya slalu mengganggap remeh bahasa sehingga saya ingin mempelajari bahasa secara lebih jelas .
4.  Upaya apakah yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Anda?
    Jelaskanlah.
     Upaya yang sebaiknya dilakukan adalah menumbuhkan rasa memiliki  akan bahasa sehingga mampu menimbukan kemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa tersebut, memiliki tanggung jawab akan berbahasa, menyadari akan pentingnya berbahasa.

Selasa, 10 April 2012

Kesadaran Berbahasa


Rangkuman

Kesadaran Berbahasa

           Bahasa merupakan hasil aktivitas manusia. Maju mundurnya suatu bahasa bergantung pada tiap pemakai bahasa. Kesadaran berbahasa itu tercermin pada tanggung jawa, sikap, perasaan saling memiliki bahasa yang pada gilirannya menimbulkan kemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa.
Kesadaran berbahasa ialah sikap sesorang baik secara sendiri maupun secara bersama-sama bertanggung jawab sehingga menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa dan dengan demikian ia berkemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa itu.
Ciri-ciri kesadaraan berbahasa:
a.       sikap terhadap bahasa dan berbahasa
b.      tanggungjawab terhadap bahasa dan berbahasa
c.       rasa ikut memiliki bahasa
d.      berkemauan membina dan mengembangkan bahasa
Orang yang hanya menguasai satu bahasa disebut monolingual. Orang yang menguasai dua bahasa disebut bilingual atau dwibahasawan, sedangkan orang yang menguasai lebih dari dua bahasa disebut multiingual.
Ciri orang yang bertaggung jawab terhadap suatu bahasa dan pemakaian bahasa adalah:
a.       selalu berhati-hati menggunakan bahasa
b.      tidak merasa sedang melihat orang yang mempergunakan bahasa secara serampangan
c.       memperikatkan pemaai bahasa kalau ternyata ia membuat kekeliruan
d.      tertarik perhatiannya kalau orang menjelaskan hal yang berhubungan dengan bahasa
e.       dapat mengoreksi pemakaian bahasa orang lain
f.       berusaha menambah pengetahuan tentang bahasa tersebut
g.      bertanya kepada ahlinya kalau menghadapi persoalan bahasa.
            Tanggung jawab pemakaian bahasa bukan saja terbatas pada pemilihan kata dan kalimat yang baik, melainkan juga bagaimana caranya mengucapkan kata dan kalimat itu. Tiap bahasa adalah penjelmaan yang unik dari suatu kebudayaan yang unik. . . (St. Takdir Alisyahbana dalam Amran Halim I. Ed, 1976 : 40). Karena bahasa adalah penjelmaan yang unik dari suatu kebudayaan, maka bahasa dipengaruhi oleh pemakai bahasa yang pada dasarnya unik pula.
            Harimurti Kridalaksana (1978 : 98) mengatakan bahwa bahasa Indonesia dipergunakan untuk keperluan keperluan resmi , yaitu dalam :
a.       komunikasi resmi
b.      wacana ilmiah
c.       khotbah, ceramah dan kuliah
d.      bercakap-cakap dengan orang yang di hormati.
            Sikap terhadap bahasa ditekankan pada segi tanggung jawab dan penghargaan terhadap bahasa, sedangkan sikap berbahasa ditentukan pada kesadaran diri sendiri dalam menggunakan bahasa secara tertib. Sikap positif terhadap bahasa dan berbahasa menghasilkan perasaan memiliki bahasa. Maksudnya bahasa sudah dianggap kebutuhan pribadi yang esensial, milik pribadi, dijaga dan dipelihara. Untuk menanamkan rasa memiliki bahasa, orang harus bertindak tolak dari anggapan bahwa bahasa adalah miliknya pribadi.
            Perasaan memiliki bahasa menimbulkan tanggung jawab dan kegiatan untuk membina bahasa baik melalui kegiatan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain usaha pertama-tama sebagai bukti keikutsertaaan kita kita dalam pembinaan bahasa ialah sikap kita kalau sedang menggunakan bahasa. Partisipasi informal yaitu ketika kita mempergunakan bahasa selalu memperlihatkan kaidah bahasa yang bersangkutan sedangkan partisipasi formal yaitu sumbangan pikiran dalam bentuk lisan atau tertulis yang mendukung usaha Pembina bahasa .

Senin, 02 April 2012

Manfaat membaca dalam penulisan karya ilmiah



A.  Pendahuluan
            Karya ilmiah menurut Brotowijoyo dalam Arifin (1985: 8-9) adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.
Penulisan karya Ilmiah merupakan salah satu ciri pokok kegiatan perguruan tinggi yaitu, karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi atau seni yang ditulis atau dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah, dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah ditetapkan.
Dengan karya ilmiah, masyarakat akademik dapat mengkomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, atau hasil penelitian Pedoman penulisan karya ilmiah memberi petunjuk tentang menulis skripsi, tesis, disertasi, makalah, laporan penelitian.
            Artikel ilmiah selayaknya ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan sehingga memuat informasi-informasi dan fakta-fakta empirik yang lengkap, akurat dan mutakhir dengan metodologi yang jelas.
            Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. begitupun, nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir menerima wahyu yang pertama dari Allah SWT. Adalah perintah untuk “membaca”.(Q.S:96:1). Dengan membaca pula kita bisa mencari serta memperoleh informasi, mencakup tentang isi bacaan, memahami makna isi bacaan, membaca merupakan usaha untuk mendapat kan sesuatu yang akan di lakukan, atau untuk mendapat kan sesuatu yang ingin di ketahui, mengetahui sesuatu yang akan di lakukan atau untuk mendapat kan kesenangan dan pengalaman. Membaca semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca. Tanda-tanda jalan mengarahkan orang yang bepergian sampai pada tujuannya, menginformasikan pengemudi mengenai bahaya di jalan, dan mengingatkan aturan-aturan lalu lintas.
            Di samping itu, kemampuan membaca merupakan tuntutan realitas kehidupan sehari-hari manusia. Beribu judul buku dan berjuta Koran diterbitkan setiap hari. Walaupun informasi bisa ditemukan dari media lain seperti televise dan radio, namun peran membaca tak dapat digantikan sepenuhnya. Membaca tetap memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena tidak semua informasi bisa didapatkan dari media televisi dan radio.
Seseorang dapat menentukan sendiri berbagai manfaat yang dapat dirasakan ketika membaca buku. Yang paling umum dari manfaat membaca buku adalah kita dapat belajar dari pengalaman orang lain. Atau, dengan membaca buku, kita dapat menambah pengetahuan.
B. Definisi Membaca
            Levau (1985:61) Mengemukakan bahwa membaca “lessen bedeutet eine Funktion des Zusammenwirkens von u.a Aufmerksamkeit, dem Erkenen         von Merkmalen der struktur und deren Beziehhungen. Der Speicherung im Gedachtenis, den Antizipation von Ausserungen. Der lesser nimmt nicht nur geschriebene symbole whar, er varbindet sie mit seinen Konsepten, seiner pragmatischen Vorerfahrungen, seimen wissen zu der welt”.
            Dari ungkapan diatas dapat di artikan bahwa membaca merupakan kerja sama sebuah fungsi dari adanya perhatian dan sebagainya, pengenalan ciri-ciri dari struktur teks dan yang berhubungan dengannya, ingatan yang tersimpan dan adanya antisipasi terhadap ucapan. Selain itu pembaca tidak hanya mendapatkan simbol-simbol tertulis saja melain juga menghubungkan bacaan yang dibaca dengan konsep, pengalaman sebelumnya juga wawasan yang di milikinya.
            Ahuja dan Ahuja (2007) mengemukakan bahwa membaca merupakan suatu keterampilan kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan yang lebih kecil lainnya. Dengan kata lain, proses membaca adalah proses ganda, yang meliputi proses penglihatan dan proses tanggapan. Sebagai proses penglihatan, membaca bergantung pada kemampuan melihta simbol-simbol. Proses membaca merentang dari yang paling sederhana, yaitu men-dekode kata-kata sehingga perluasan dan pengembangan interpretative. Pen-dekode-an adalh proses mengubah simbol-simbol berdasarkan penglihatan ke dalam pola-pola auditori, sedangkan perluasan dan pengembangan interpretative melibatkan membaca kritis atau terkadang kreatif. Membaca bukanlah suatu kemampuan tunggal. Membaca juga menggabungkan banyak komponen kecil yang jika dipadukan bersama memungkinn membaca  berlangsung. Membaca merupakan sekelompok keterampilan yang memasukan di  dalamnya keterampilan pegenalan kata, kosa kata, membaca untuk mencari gagasan pokok, memahami informasi yang berdasarkan kenyataan ataupun yang bersifat khusus, mengikuti petunjuk, pengajaran dan arahan.
            Finnochirio dan bonomo (1973:119), sebagaimana dikutip oleh Tarigan (1990:8) membaca adalah proses memetik serta memahami arti yang terkandung dalam bahan tulis. Jenis kegiatan membaca tersebut  oleh para ahli membaca umumnya di golongkan sebagai kegiatan membaca literal. Artinya, membaca hanya menangkap informasi yang ada tercetak secara  tampak jelas dalam bacaan yang ada dalam baris-baris bacaan. Pembaca tidak lagi menangkap makna yang lebih dalam lagi, yaitu makna di balik garis-garis tersebut, membaca seperti ini masih mencerminkan sebagai kegiatan pasif.
C.Manfaat Membaca
            Manfaat  membaca adalah bahwa orang yang rajin membaca buku dapat terhindar dari kerusakan jaringa otak di masa tua. Ini menurut riset mutakhir tentang otak. Bahkan, secara tegas, penelitian inin menyatakan bahwa membaca buku dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan saraf-saraf baru di otak
            Kegiatan membaca tentunya mempunyai manfaat dan tujuan. Menurut Hernowo (2005:33). “Manfaat membaca adalah dapat belajar dari pengalaman orang lain atau menambah ilmu pengetahuan”.
            Manfaat membaca secara khusus Menurut Hernowo (2005:33), diantaranya adalah:
1.      Mempermudah pemahaman terhadap bacaan dari bidang ilmu terutama yang terkait dengan mata pelajaran. Sebab pada hakekatnya membaca adalah menambah, memperluas, dan memperdalam suatu materi.
2.      Meningkatkan kemapuan dalam membuat perbandingan, penelitian dan pengkajian berbagai hal yang sangat bguna bagi kehidupan.
3.      Meningkatkan apresiasi bidang  sastra dan seni.
4.      Meningatkannya kemampuan mengenal diri dan mengenal lingkungannya serta mengenal beragam kebudayaan
5.      Memperluas wawasana, menggembangkan kepribadian dan toleranssi
6.      Memanfaatkan wakktu luang dengan kegiatan yang efektif.

Daftar Pustaka
Universitas Negeri Malang. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Edisi Keempat. Malang; UM M